oleh

Siswi SMA N 1 Banjar Baru Jadi Korban Kekerasan Guru Hingga Trauma Psikis, Kejadian dipicu Akibat Potongan PIP

Buktiinvestigasi.com (Tulang Bawang Lampung) – Seorang siswi di SMAN 1 Banjar Baru mengalami depresi mental setelah diduga dimarahi gurunya di sekolah. Kini ia tidak mau kembali sekolah akibat rasa takut yang berlebihan terhadap oknum guru yang memarahinya.

Berdasarkan keterangan RD, orang tua korban, anaknya tidak mau pergi sekolah akibat ketakutan terhadap salah satu oknum guru yang kerap memaksa sambil marah-marah ke anaknya.

“Anak saya mengalami trauma akibat 2 hari yang lalu salah satu guru bernama Delvi memanggilnya ke ruang kantor dan memaksanya untuk menerima uang PIP milik anak saya yang sebelumnya mereka potong,” Ungkap RD kepada wartawan, Kamis (15/01/26).

Disebutkannya, pasca kejadian itu anaknya bercerita bahwa selain di cacimaki dirinya juga di introgasi oleh guru sembari divideokan sehingga hal itu yang dipicu menyebabkan trauma.

“Kami selaku wali muridpun kaget setelah mendengar anak saya menceritakan kejadian itu, hingga saat ini anak saya tidak mau sekolah karena takut kepada gurunya,” Kata RD.

Sebelumnya, sejumlah wali murid mengeluhkan adanya dugaan pemotongan dana bantuan PIP oleh guru SMA N 1 Banjar Baru dengan nilai bervariatif.

Potongan itu di ketahui untuk pembayaran tunggakan SPP pada tahun sebelumnya, dan pembayaran sejumlah kegiatan sekolah, tragisnya potongan itu diduga dilakukan sepihak oleh pihak sekolah.

“Kami merasa keberatan atas tindakan sewenang-wenang oleh pihak sekolah, kami tidak pernah diberitahu sebelumnya. Kalau seperti ini rasanya tidak adil. Itu kan bantuan untuk anak kami, bukan untuk bayar Iuran Spp,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Sementara, Salah seorang siswa penerima bantuan mengungkapkan bahwa dari total dana sebesar Rp1.800.000 yang diterimanya, Rp1.075,000 langsung dipotong oleh pihak sekolah.

“Saya cairkan dana PIP di Bank BNI Unit 2 Tulang Bawang, didampingi guru. Setelah keluar dari bank, langsung di arahkan kembali kesekolah, tidak lama kemudian dana tersebut diambil guru bernama Delvi,” tuturnya saat diwawancarai pada Kamis (8/01/2026).

Menurut pengakuannya, potongan dilakukan sepihak untuk pembayaran tunggakan SPP tahun lalu, Bahkan, siswa lain mengalami pemotongan dengan jumlah berbeda-beda, ada yang dipotong 700.000 Lebih parahnya, bukan cuman satu siswa, hampir rata-rata di potong dengan bermacam alasan pihak sekolah.

“Setelah sampai di sekolah, uang kami langsung dipotong. Tidak ada penjelasan atau musyawarah sebelumnya. Padahal larangan Gubernur Lampung sudah jelas, ada sangsi pencopotan bagi kepala sekolah yang nakal,” tambahnya.
Sementara, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico saat dihubungi melalui pesan whatsap meneruskan hak jawab yang di sampaikan oleh kepala SMA N 1 Banjar Baru yang di nilai berbanding terbalik dengan keluhan para wali murid.

“Ijin lapor klarifikasi kepsek :
1. Bahwa memang benar ada kesepakatan dgn org tua, untuk membantu sekolah terkait infag pembangunan lapangan futsal dan mushola.
2. Kesepakatan itu untuk seluruh siswa..
3. kebetulan ada pencairan PIP.. . Anak2 ada yg meng infag kan secara sukarela.. baik yg menerima PIP maupun yg tidak..
4. Solusi mengembalikan infag siswa yg menerima PIP..
Demikian laporan klarifikasi nya kak”.

Thomas juga mengatakan dirinya telah memerintahkan untuk dilakukan pengembalian uang terhadap masing-masing siswa penerima bantuan program Indonesia pintar yang diduga telah di potong oleh pihak sekolah SMA Negeri 1 Banjar Baru.

“Saya perintahkan segera dikembalikan,
nanti saya pantau karena kebetulan kepseknya lagi sakit parah,” Tulis Thomas di pesan whatsapp.

Disinggung terkait pengembalian uang terhadap siswa akan menghapus pidana atas dugaan pelaku pungutan liar atau tidak, Thomas beralasan jika dirinya baru mengetahui tentang dugaan pemotongan itu dan telah meminta Cabdin untuk memantau langsung.

“Kan saya baru tau, dan saya langsung tindaklanjuti, saya minta sekolah mengambil langkah-langkah untuk segera dikembalikan, dan saya minta kacabdin pantau langsung karena kepseknya lagi sakit keras,” Jelasnya.

(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed