Bukti investigasi.com (Tulang Bawang Lampung) – Penggalian informasi untuk menguak fakta sebenarnya terkait kematian Ahmad Fajar Aries Saputra, seorang pegawai Badan urusan logistk (Bulog) cabang Tulang Bawang Barat, warga desa Durian Payung,kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung terus mengungkap fakta yang terjadi. Awak media melakukan penelusuran terhadap peristiwa tersebut. (16/3/2026)
Senin siang, awak media melakuka penelusuran di tempat hiburan malam yang berada di kampung sumber jaya kecamatan gedung aji baru, untuk mencari informasi yang menyebabkan korban meninggal dunia secara tragis yang di awali dari lokasi hiburan malam, dilokasi tempat hiburan malam tempat korban dan pelaku berawal keributan terjadi, awak media bertemu dengan salah satu pekerja bernama ibu Kadek (52).
Awak media berusaha menemui pengelola tempat hiburan atau yang memiliki tempat hiburan tersebut namun tidak dapat ditemui, Kadek berusaha menghubungi pengelola bernama Putu namun hand phone yang bersangkutan dalam keadaan off atau posisi panggil. Sehingga awak media hanya memasatikan bahwa sebelum kejadian korban bersama rekannya sempat berkunjung di lokasi karaoke.

“Iya om, mereka memang malam itu kesini tapi maaf saya tidak tau pastinya, silahkan tanyakan kepada pak Putu, karena saya disini hanya bekerja, jadi tidak ada hak wenang untuk jawab pertanyaan om nya, sudah saya hubungi namun posisi tidak aktif”, jelas Kadek , namun tidak ahanya itu, kadek pun membenarkan bahwa hari sebelum kejadian mereka memang terlihat di lokasi karaoke
Awak media sempat menanyakan terkait izin lokasi hiburan malam, namun ibu Kadek Kembali menjawab tidak dapat memberikan keterangan tersebut, ‘Kalau itu silahkan tanyakan langsung ke beliau (Putu) karena saya Cuma bekerja buruh, kalau yang tv rusak sudah diganti sama kawannya Ansori di ruang 5”. Imbuh Kadek.
Menelisik lebih jauh, awak media mencoba menggali informasi lebih dalam terkait aktifitas tempat hiburan malam yang berada di kecamatan Gedung Aji Baru ini, sejumlah warga menjelaskan bahwa tempoat hiburan mlam tersebut milik salah salah satu anggota DPRD Tulang Bawang, namun identitas masih disembunyikan. lokasi hiburan malam Sunter Karaoke ini bisa jadi berjalan secara bar-bar, karena posisi tertutup pagar keliling, diduga tak menutup kemungkinan ada transaksi peredaran narkoba pada saat malam hari.
Pihak pemerintah daerah dan kepolisian harus maksimal melakukan penutupan secara permanen terhadap tempat hiburan malam ini, bahkan informasi yang diperoleh awak media, diduga ada oknum yang mendapat upeti hinga jutaan rupiah setiap bulannya dari tempat hiburan malam, hingga saat ini karaoke tersebut masih beraktifitas kendati pada malam dibulan suci Ramadhan. Hingga berita ini diterbitkan pihak pengelola maupun pemilik hiburan malam belum bisa dihubungi.
(Red)













Komentar