oleh

M. Sukma, Dari Kapten Poslab hingga Arsitek Sepak Bola Labuhanbatu

Buktiinvestigasi.com (Labuhanbatu Sumatera Utara) – Di tengah gegap gempita perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia, nama M. Sukma tetap melekat kuat di benak pecinta sepak bola Labuhanbatu. Sosok yang dikenal tenang, tegas, dan konsisten ini merupakan figur penting dalam perjalanan panjang Poslab Labuhanbatu.

M. Sukma bukan nama baru. Ia pernah menjadi bagian penting Poslab sebagai pemain sekaligus Kapten Poslab pada tahun 2000, 2003, dan 2004. Kini, setelah gantung sepatu, ia kembali mengabdi sebagai Pelatih Poslab Labuhanbatu dan dipercaya menjabat Ketua Harian Poslab Labuhanbatu.

Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 2009 sebagai pelatih Poslab Junior, kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih pada 2010. Berbekal pengalaman bermain di berbagai kasta kompetisi nasional, M. Sukma akhirnya menjabat Pelatih Kepala dan berhasil menorehkan sejarah dengan meloloskan Poslab dari Divisi II ke Divisi I Liga Indonesia pada periode 2010–2012, sebelum kompetisi bergulir dalam format Liga 3 Sumatera Utara seperti saat ini.

Dikenal kukuh dalam prinsip bermain, M. Sukma berani mengandalkan pemain lokal yang minim pengalaman, sebuah langkah yang kala itu dianggap berisiko. Namun hasil berbicara. Pada tahun 2021, ia sukses membawa Poslab Labuhanbatu melaju hingga babak 8 besar Liga 3, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan PSDS Deli Serdang dengan skor tipis 1–0.

Diketahui, PSDS kemudian keluar sebagai peringkat ketiga nasional dan lolos ke Liga 2.

“M. Sukma lahir di Medan, 23 Desember 1973,”
Selama karier sepak bolanya, ia banyak menghabiskan waktu berkiprah di luar Sumatera Utara maupun di Sumut sendiri. Sebagai pelatih, ia dikenal menyukai formasi 3-5-2, dengan keseimbangan antara pertahanan kokoh dan transisi cepat ke lini serang.

Karier sepak bolanya dimulai dari SSB Generasi Medan dan PS Pratama di bawah naungan PSMS Medan. Ia memperkuat PSMS Medan pada 1997–1998, tampil di Piala Titanadi, hingga memperkuat Medan Jaya pada 1999–2000, sebelum mengajukan pensiun sebagai pemain sekitar tahun 2008.

Sebagian besar perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih, dihabiskan di Labuhanbatu. Ia tercatat hampir 9 tahun bersama All Star Labuhanbatu FC, serta melatih sejumlah klub lokal seperti PSAP Aek Pahing, PS Galastar, PSPM Padang Matinggi, PS Garap’s, dan PTPN III Janji.
Riwayat Karier Pemain:

1994–1995: Divisi II Pesat (Aceh Tenggara)

1997–1998: Liga Indonesia (PSMS Medan)

1999–2000: Liga Indonesia (Medan Jaya)

2000–2001: Divisi II (Poslab Labuhanbatu) – kontrak terbesar sepanjang sejarah Poslab

2001: PTPN V Pekanbaru

2002: PS Tanjung Balai Karimun

2003: Persikas Solok

2004: PSKB Bukittinggi

2005: PSTS Tanjung Balai

2006: PSSD Dairi

2006–2007: Persebsi Sibolga

2008: PS Bangkinang (Divisi I)
Pada 2009, di bawah kepemimpinan

Bupati Labuhanbatu H. T. Milwan, M. Sukma dipercaya menjadi Pelatih Poslab Junior, lalu diangkat sebagai Asisten Pelatih Poslab mendampingi H. Manansyah.

Ia juga menorehkan prestasi sebagai Pelatih Sepak Bola Kompi 126/Kala Cakti yang meraih Juara II antar kompi di Asahan (2011), serta membawa Tim Futsal Polres Labuhanbatu meraih Juara I Piala Kapolda Sumut 2018.

Selain itu, ia juga menjadi Pelatih Sepak Bola Polres Labuhanbatu pada ajang Piala Kapolda Sumut antar Polres se-Sumatera Utara saat Kapolres dipimpin Kombes Pol Frido Situmorang.

Dengan rekam jejak panjang dan dedikasi tanpa pamrih, M. Sukma menjadi bukti bahwa sepak bola Labuhanbatu dibangun dari loyalitas, konsistensi, dan keberanian memberi ruang bagi talenta lokal.

Laporan: Ms Harahap
Editor: Redaksi Buktiinvestigasi.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed