oleh

Kariawan Bulog Tewas Mengenaskan Asbab Karaoke Sunter Bulan Ramadhan Nekat Buka, Ini Faktanya

Bukti investigasi.com (Tulang Bawang Lampung) – Brutal Peristiwa kematian Ahmad Fajar Aries Saputra pegawai Badan urusan logistik (Bulog) cabang Tulang Bawang Barat ternyata ada perjalanan yang tak boleh diungkap dalam fakta peristiwa, hal ini membuat awak media semakin menggali informasi misteri yang dikaburkan oleh saksi dan rekan korban, padahal fakta di perjalanan peristiwa berawal dari tempat karaoke hiburan malam. (15/3/2026)

TN (23) seorang wanita muda yang juga sebagai Ladies Club (LC) menjelaskan bahwa pemicu keributan bukan karena dihiburan malam namun berawal salah paham yang terjadi diarea kontrakan tempat tinggal korban yang bertetangga dengan TN. Dibalik cerita TN bahwa korban tidak pernah ketempat hiburan malam atau karaoke, namun faktanya berbeda jauh dari keterangan saksi yang diduga palsu.

Keterangan TN yang juga tetangga korban bertempat dikontrakan yang berada di desa Sukabhakti,kecamatan Gedung Aji Baru, Tulang Bawang. Bahwa 3 hari sebelum kejadian ada cekcok mulut antara Ansori (kakak pelaku) dengan seorang wanita didepan kontrakan, saat itu korban berusaha melerai serta menenangkan dan meminta agar jangan ribut didepan kontarakan lantaran banyak orang.

Namun Ansori malah marah dan diduga menyimpan dendam terhadap korban, sehingga pada jum’at pagi Ansori bersama adiknya bernama Jaili (tersangka) mendatangi korban dan langsung membunuhnya, padahal menurut keterangan tersangka jauh dari keterangan yang disampaikan oleh TN. Hal ini membuat penasaran terhadap awak media untuk menggali informasi lebih dalam.

Jaili menjelaskan kronologis sebelum hingga peristiwa terjadi, Jaili nekat menghabisi korban lantaran tersinggung oleh prilaku korban ditempat karaoke Sunter di kecamatan Gedung Aji Baru,tempat karaoke tersebut diduga milik pejabat Anggota DPRD Tulang Bawang. Lokasi tempat hiburan tetap buka meski dibulan ramadhan.

“Malam itu saya bersama kakak saya berkunjung di Sunter (nama tempat karaoke), disana saya minta PL untuk ambilkan minuman,tiba-tiba dia yang sedang bersama 2 PL nyahut, ambil-ambil saja nanti saya yang bayar, saya pikir siapa dia kok nyahut langsung dan padahal kami tidak kenal,saya merasa tersinggung dengan ucapan dia yang seakan-akan saya tidak bisa bayar minuman itu”, ujar Jaili

“Dari kejadian malam itu paginya saya pulang kerumah ambil golok, lalu jemput kakak saya Ansori untuk nemenin saya nemui dia, saat itu saya ketuk pintu kontrakan dia (korban) dan nanya sama kawannya yang malam itu bersama dia,saya bilang kalau saya mau ketemu kawannya,saat dia keluar kamar kontrakan saya langsung nanya ada apa malam itu kok sewot dengan saya, kalau saya salah minta maaf,kalau tidak salah ada apa?,” tanya pelaku terhadap korban

“Lalu dia jawab ada apa kalian berdua kesini, mau keroyok saya, seketika saya emosi dan langsung bacok dia dengan emosi dan tidak tau berapa kali,kalau seingat saya cuma 4 kali,karena saya tidak sadar dan tidak lihat lagi berapa kali ,setelah itu saya dan kakak saya pulang, jadi intinya saya tersinggung sama ucapan dia ditempat karaoke malam itu”. Tutupnya

TN sengaja menutupi kejadian yang sebenarnya, bisa jadi dugaan awak media sementara bahwa TN adalah PL (Pemandu lagu) pada malam kejadian,mungkin juga TN yang membuat pelaku emosi lantaran ia sudah dibooking oleh korban pada malam itu,sehingga rasa tersinggung pelaku ke korban memuncak. Hingga berita ini diterbitkan awak media belum menemui TN lagi sejak peristiwa itu.

(Rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed